Dalam dunia industri modern, pengendalian tekanan fluida merupakan salah satu faktor paling penting untuk menjaga kinerja dan keselamatan sistem. Baik pada sistem hidrolik, pipa gas, boiler, maupun peralatan proses kimia, tekanan yang stabil dan terukur menjadi kunci agar mesin beroperasi optimal.
Pressure gauge atau alat ukur tekanan sangat berperan penting. Dengan alat ini, teknisi dapat mengetahui tekanan aktual di dalam sistem, memastikan semuanya berjalan dalam batas aman, serta mencegah kerusakan akibat tekanan berlebih.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian pressure gauge, fungsinya, jenis-jenis yang umum digunakan, prinsip cara kerjanya, hingga spesifikasi teknis yang perlu diketahui sebelum memilih alat yang tepat.
Apa itu Pressure Gauge?
Pressure gauge atau alat ukur tekanan adalah instrumen yang digunakan untuk mengetahui besarnya tekanan fluida, baik gas maupun cairan, di dalam suatu sistem tertutup. Alat ini menjadi komponen penting di dunia industri seperti pabrik kimia, minyak dan gas, otomotif, serta sistem hidrolik dan pneumatik.
Dalam penggunaannya, pressure gauge bekerja dengan mendeteksi perubahan tekanan fluida dan menampilkannya melalui jarum pada dial atau layar digital. Satuan tekanan yang umum digunakan yaitu bar, psi (pound per square inch), dan kg/cm².
Fungsi Pressure Gauge
Fungsi utama pressure gauge adalah untuk mengukur dan memantau tekanan di dalam sistem. Namun lebih dari itu, alat ukur tekanan ini juga berperan untuk:
Menjamin keselamatan sistem agar tekanan tidak melebihi batas aman.
Memastikan performa mesin dan instalasi tetap optimal.
Mendeteksi kebocoran atau penurunan tekanan sejak dini.
Meningkatkan efisiensi operasional dengan pengendalian tekanan yang stabil.
Tanpa pressure gauge, operator tidak dapat mengetahui kondisi aktual tekanan dalam sistem. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan komponen bahkan kecelakaan kerja.
Jenis Jenis Pressure Gauge
- Bourdon Tube Pressure Gauge
Jenis paling populer dari alat ukur tekanan. Menggunakan tabung berbentuk C yang melengkung saat menerima tekanan fluida. Perubahan bentuk ini diterjemahkan menjadi gerakan jarum pada dial.
- Diaphragm Pressure Gauge
Mengandalkan membran tipis (diaphragm) yang melengkung akibat tekanan. Cocok untuk fluida kental, lengket, atau korosif yang tidak bisa diukur dengan Bourdon tube biasa. - Capsule Pressure Gauge
Dirancang khusus untuk mengukur tekanan rendah, terutama udara atau gas ringan. Memakai dua diafragma yang disatukan membentuk kapsul. - Digital Pressure Gauge
Jenis modern dari alat ukur tekanan yang menampilkan hasil secara digital. Mempunyai akurasi tinggi dan mudah diintegrasikan dengan sistem otomatisasi.
Cara Kerja Pressure Gauge
Cara kerja alat ukur tekanan ini tergantung pada tipenya, tetapi prinsip dasarnya tetap sama:
Tekanan fluida masuk ke dalam sensor seperti tabung, diafragma, atau kapsul.
Sensor mengalami perubahan bentuk akibat tekanan.
Perubahan mekanis ini diubah menjadi gerakan jarum atau sinyal listrik.
Nilai tekanan kemudian tampil dalam satuan tertentu pada dial atau layar digital.
Sebagai contoh, pada Bourdon Tube Gauge, tekanan fluida membuat tabung melengkung ke luar. Perubahan kecil ini diterjemahkan menjadi putaran jarum pada skala pengukuran.
Spesifikasi Umum Pressure Gauge
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Rentang Tekanan (Range) | 0–10 bar, 0–100 psi, atau sesuai kebutuhan |
| Material Housing | Stainless steel, brass, atau aluminium |
| Ukuran Dial | 40 mm, 63 mm, 100 mm, 160 mm |
| Tipe Koneksi | Bottom connection (bawah) atau back connection (belakang) |
| Akurasi | ±1% hingga ±2,5% dari skala penuh |
| Isi Casing (opsional) | Glycerin filled (anti getar) atau dry type |
Tips Memilih Pressure Gauge yang Tepat
Sesuaikan range tekanan kerja dengan sistem Anda.
Pilih bahan casing dan koneksi yang kompatibel dengan fluida.
Gunakan glycerin filled gauge untuk area dengan getaran tinggi.
Perhatikan tingkat akurasi sesuai kebutuhan aplikasi.
Kesimpulan
Pressure gauge atau alat ukur tekanan adalah komponen penting dalam memastikan sistem fluida tetap aman dan efisien. Dengan memahami pengertian, fungsi, jenis, cara kerja, dan spesifikasinya, Anda bisa memilih alat yang paling sesuai untuk kebutuhan industri Anda.
